Abu Jahal pun suka mendengarkan Baca'an Al Qur'an Nabi SAW

Abu Jahal pun suka mendengarkan Baca’an Al Qur’an Nabi SAW

EDUKASI SANTRI KISAH HIKMAH KISAH INSPIRATIF SEJARAH ISLAM

Santridasi.com  – Suatu malam Abu Jahal keluar secara diam-diam ke rumah nabi saw untuk mencuri dengar baca’an Al qur’an keponakanya itu, hingga tanpa terasa terangnya matahari mulai terbit.

Merasa kewatir tindakanya di ketahui orang lain, abu jahal pulang dengan langakah yang hati-hati.

Tanpa di duga di tengah jalan ia bertemu dengan dua temanya Abu sufyan dan Al akhnas yang sama-sama mencuri dengar baca’an Al qur’an rosulullah saw.

Mereka bertiga tak dapat lagi menybunyikan perasa’an malu mereka, dan mereka sepakat untuk tidak mengulangi perbuatanya itu..

Namun malam kedua mereka kembali lagi. Mereka mengingkari janji..

Dan allah swt mempertemukan mereka kembali di jalan, semakin malulah mereka, lalu mereka membuat janji lagi untuk tidak mengulanginya. Tapi pada melam ketiga mereka tetap mengulanginya lagi..

Kejadian itu membuat Al akhnas memberanikan dirinya untuk meminta pendapat tentang apa yang di rasaknya kepada Abu sufyan..

“Ceritakan padaku wahai abu sufyan apa yang kamu rasakan saat kamu mendengarnya dari muhammad??”

Abu sufyan menjawab “Wahai Al akhnas demi allah aku telah mendengar sesuatu yang aku tau maknanya,

dan aku juga mendengar sesuatu yang tidak aku tau maknanya” alakhnas menimpali “Dan aku, demi allah, juga merasakan hal yang sama”..

Mereka kemudian memberanikan diri bertanya kepada Abu jahal..

“Wahai abu jahal apa yang kamu rasakan saat mendengar dari muhammad??”

Abu jahal menjawab dengan gengsinya yang tinggi, “Kita telah bersaing dengan keturunan abdi manaf dalam hal kemulia’an,

mereka memberi makan orang kita pun memberi makan orang,

mereka menolong orang, kita juga menolong orang, mereka memberi kita juga memberi, sampai kita salah seperti halnya tadi malam seolah olah kita adalah kuda yang tergadaikan..”

Al akhnas berkata ” Aku tak perlu basa basimu, sekarang jelas, telah datang seorang nabi dari bangsa kita yang telah di berikan wahyu kepadanya, kapan kita menyambut kesempatan emas ini??”

Dengan sombongnya abu jahal berkata

“Demi Allah aku tidak akan mengimaninya dan membenarkanya..!”

Demikianlah kesombongan Abu jahal membuatnya tidak mau mengakui kebenaran..

Baca juga: Terbukanya hati Imam Junaid al Baghdadi karena cinta Ahlul baith

Dan begitulah Al Qur’an jangankan orang yang beriman, orang yang tidak beriman pun juga suka mendengar baca’an Al qur’an, karena Al qur’an bukan karya manusia..

Akan tetapi Al qur’an adalah firman Allah swt yang di turunkan sebagi perinsip hidup bagi manusia.

Semoga kisah ini bisa menambah keimanan dan ketakwa’an kita kepada Allah SWT dan senantiasa menjadi hamba yang beriman.

Hasil kajian fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa pembaca kunjungi di Benangmerahdasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.