Alwi Al Haddad

Indahnya Akhlak Al Imam Al Qutub Al Habib Abadullah bin Alwi Al Haddad

EDUKASI SANTRI KISAH HIKMAH KISAH INSPIRATIF KISAH WALI ALLAH NASEHAT KEHIDUPAN

Santridasi.com – Sebuah kisah dari Al Imam Al Qutub Al Habib Abadullah bin Alwi Al Haddad RA. Diceritakan suatu saat tatkala mendekati waktu Iedul Adha berkata ayah kepada seorang anaknya, “Bawalah pisau kita ini ke haddad (tukang besi ) untuk diasah?!

(Namun, anak ini rupanya ada sedikit bodoh! Sebab, tatkala mendengar Haddad yang dipikirannya hanya teringat Imam Abdullah ibn Alwi Al Haddad).

Kemudian dibawanya pisau tadi itu kerumah Imam Al Haddad. Tatkala sampai disana, si anak ini bersalam kepada Habib Abdullah ibn Alwi Al Haddad dan berkata, “Ayahku bilang pisau ini tolong diasahkan dan perbaikilah karena Hari Ied sudah dekat”.

Kata Habib Abdullah ibn Alwi Al Haddad, “Marhaba/Baiklah.”

(Sebenarnya Habib Abdullah ibn Alwi Al Haddad sudah faham apa maksud ayah Si Anak ini menyuruh agar pergi ke Haddad, yaitu tukang besi dipasar yang memang sudah terbiasa bekerja mengasah besi).

Namun demikian kata Habib Abdullah ibn Alwi Al Haddad,
“Taruhlah (pisaunya) disitu, besok engkau datang kemari lagi.”
Si Anak itu pun pergi meninggalkan kediaman habib.

Selang beberapa saat Habib Abdullah ibn Alwi Al Haddad memanggil seorang temannya dan berkata, “Bawalah pisau ini ke tukang besi dipasar, tolong mintakan untuk diperbaiki dan pertajamlah, setelah itu engkau bawakan pisau ini kemari lagi.

” Akhirnya pisau itu pun diperbaiki dan diserahkan kembali kepada Habib Abdullah ibn Alwi Al Haddad.

Kemudian, keesokan harinya datang si anak tersebut. Lalu si anak ini pun berkata, “Berapakah ongkosnya?” Kata Habib, “Katakanlah pada ayahmu tidak ada ongkosnya, Kalau dengan kami tidak pakai ongkos.. Ambillah, ini sudah siap” Maka si anak tersebut pun pulang ke rumahnya.

Baca juga: Penyakit hati yang tidak kita sadari

Lalu si anak ini berkata kepada ayahnya, “Haddad/tukang besi itu tidak mau dibayar”
ayahnya ini kaget, “siapa Haddad yang tidak mau dibayar ? Memangnya dimana dia ?”
Kata si anak, “ Di Alhawi ”

si ayah berkata, “Alhawi mana? Apakah daerah tempat tinggal Imam Haddad ? Kalau Haddad itu ya dipasar sini dekat kita”
Mendengar hal tersebut, sebenarnya Ayahnya ini agak marah, “Bagaimana bisa di Alhawi ?”
Kata Si Anak, “Al Haddad !! Yaa, Abdullah ibn Alwi Al Haddad.”

Serentak ayahnya berkata, “Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiuun.. Memangnya kamu pergi kemana nak?

Jawab si anak, “Ke Haddad.”
Kata si ayah, “Lalu kamu serahkan ke siapa?”

Jawab si anak, “Aku serahkan sendiri.”
Kata Si Ayah, “Siapa yang menerimanya?”
Jawab si anak, “Dia sendiri yang menerimanya dan katanya kembali lagi esok hari.”

Lalu si ayah berkata, “Alangkah lugunya kamu nak,..kamu pergi ke orang yang Alim, yang Sholeh, lalu kamu minta perbaiki pisau ?.

Akhirnya, si ayah anak ini pergi ke Habib Abdullah ibn Alwi Al Haddad untuk meminta maaf.

Kemudian Imam Haddad berkata kepada Si Ayah anak tersebut, “Tidak apa-apa, jangan engkau masukkan ke dalam hati. Jika tahun ini kalian bener-bener berkurban kami pun akan ikut mendapatkan pahala lantaran sebab anak ini.”

Semoga bermanfaat untuk kita semua..

Hasil kajian diskusi fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa pembaca kunjungi di Benangmerahdasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.