Imam Syafi'i

Imam Syafi’i dan kontribusinya dalam menyebarkan ilmu agama Islam

SEJARAH ISLAM

Santridasi.com – Tahukah anda kalau 19 Januari  “Haul” nya Imam Syafi’i? Beliau, seorang lelaki Quraisy yang memenuhi dunia dengan ilmu agama sebagaimana diprediksi kedatangannya oleh Rasulullah,

wafat pada malam jumat (kebetulan persis seperti malam ini) dan dimakamkan di hari jumat setelah ashar di hari terakhir bulan Rajab tahun 204 H.

Tanggal tersebut bertepatan dengan 19 Januari 820 M. Tepat 1197 tahun lalu (dalam hitungan masehi) pria agung peletak dasar ilmu Ushul Fiqh ini wafat meninggalkan capaian prestasi yang luar biasa.

Sebelum era beliau, al-Qur’an memang sudah lengkap, Hadis sebagai penjelas kitabullah juga sudah selesai terucap dengan lengkap dari lisan baginda Rasulullah.

Baca juga: Al ghazali dengan ajaran tasawufnya

Para ulama pun sudah menyebar ke berbagai penjuru untuk mengajarkan Islam.

Tapi baru Imam Syafi’i lah yang mampu memetakan fungsi dan kandungan al-Qur’an – Hadis

secara sistematis serta menyusun sebuah manual untuk menjadikannya sebuah ajaran yang aplikatif dan sekaligus adaptif sebagaimana kita kenal kini.

Wajar bila saat itu pesona para ulama besar seolah redup dengan kehadiran beliau hingga salah seorang murid Imam Malik

(yang berarti teman seperguruan Imam Syafi’i) tak henti-hentinya mendoakan kematian beliau sebab ia takut mazhab Maliki hancur tak tersisa.

Tak terhitung pujian ulama terhadap sosok ini. Begitu sulit menulis secara utuh kecerdasan, kewara’an, kezuhudan, dan berbagai maziyah tokoh ini.

Keilmuannya diakui semua muslimin, termasuk yang ingin beliau mati.

Kewaliannya tak ada yang mempertanyakan.

Tapi meski demikian, ada keinginan beliau yang nampaknya enggan Allah kabulkan, yaitu harapan beliau berikut:

وددت ان الخلق تعلموا هذا العلم على ان لا ينسب إلي حرف منه

“Aku berharap agar semua manusia mempelajari ilmu ini tanpa sehuruf pun darinya disandarkan kepadaku”.

Sosok hebat yang digambarkan “andai sebuah tiang besi dibilang sebagai kayu oleh as-Syafi’i, maka tiang itu akan diputuskan sebagai kayu” ini ternyata ingin sirna ditelan sejarah.

Ia ingin berkontribusi sebanyak mungkin dalam menyebarkan ilmu agama namun ingin dilupakan oleh manusia.

Allah jelas tak mengabulkan harapan walinya ini.
Mari luangkan beberapa detik waktu anda untuk mengirim Fatihah untuk beliau.

Semoga kita semua mendapat barakah beliau.
Amin…

(tulisan Agus Abdul wahab ahmad Aktifis LBM & ASWAJA CENTER PCNU JEMBER)

Semoga bermanfaat untuk kita semua..
Hasil diskusi fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa pembaca kunjungi di Benangmerahdasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.