Taj Yasin Maimoen Zubair

Pesan Indah KH. Taj Yasin Maimoen Zubair kepada Alumni Sarang mesir

EDUKASI SANTRI KISAH HIKMAH KISAH INSPIRATIF

Santridasi.com – Sebuah Pesan Indah KH. Taj Yasin Maimoen Zubair kepada Alumni Sarang mesir.

Menyenangkan guru adalah hal yang paling utama. Kalian datang ke Mesir Alhamdulillah bisa menyenangkan guru.

Thoriqoh yang di pegang Salafuna sholih adalah seorang santri dituntut untuk sam’an wa thoatan.

Dalam istilah arab dikenal dengan term “‘ala ro’si wa aini”. Tapi sayangnya seiring waktu berlalu terkadang sam’an wa thoatan hanya ada di mulut saja tidak tercermin dalam tingkah laku.

Banyak para ulama dahulu berbekal taat terhadap perintah guru pada akhirnya ilmu dan hidupnya barokah.

Kita sudah diberi ajaran yang hakiki yang telah di tempuh oleh Salafuna sholih.

1. Pesan Indah KH Taj Yasin Maimoen Zubair

Syeikh Hasyim Asyari sebagai contoh. Suatu saat ketika gurunya terlihat sedih, ia bertanya kenapa beliau terlihat sedih.

Sang Guru menjelaskan bahwa perhiasan Istrinya jatuh di lubang WC.

Tanpa pikir panjang beliau langsung mencarinya di Septic tank sampai ketemu. Sehingga Sang Guru merasa senang.

Ketika kita tidak patuh terhadap orang tua dan guru, hal itu akan membuat kita tertimpa kesulitan dalam kehidupan.

Akan tetapi terkadang hal itu kita ulangi lagi. Padahal kita jauh-jauh ke Mesir adalah untuk mencari ridlo orang tua, mencari ridlo guru.

Usahakan ketika kita baca maulid dan shalawat, kita niatkan hal itu untuk dihadiahkan untuk guru dan orang tua. Agar orang tua dan guru selalu bisa mendoakan kita.

2. Pesan Indah KH Taj Yasin Maimoen Zubair

Dr. Said Romadlon al-Buthi dalam bukunya, ketika beliau pindah rumah beliau membaca maulid nabi, ketika itu orang tuanya sakit, pada saat itu beliau niatkan apa yang dibaca untuk kesembuhan ayahnya.

Lalu anaknya yakni Dr. Taufiq juga menghadiahkan sesuatu kepada seseorang diniatkan untuk kesembuhan kakeknya, adik Dr. Said juga demikian, menghadiahkan sebuah hal agar ayahnya diberi kesembuhan.

Pada akhirnya Dr. Said Romadlon al-Buty bermimpi bahwa ada beberapa kotak obat yang dihadiahkan kepada ayahnya.

Ada kotak obat darinya, ada yang dari anaknya, juga ada yang dari adiknya.

Tapi ketika dilihat ternyata yang paling baik adalah kotak obat miliknya yang merupakan bacaan maulid nabi.

Maka hal yang terbaik sebagai hadiah adalah sholawat. Untuk orangtua maupun guru. Agar beliau tetap mendoakan kita.

3. Pesan Indah KH Taj Yasin Maimoen Zubair

Dahulu ada orang tua yang ingin anaknya hafidz Al-Quran, tapi anaknya merasa memiliki keterbatasan karena sibuk.

Tapi setelah tua ia pada akhirnya bisa hafal quran. Ketika di tanya bagaimana bisa menghafalkan Al-Qur’an di usia yang secara umum sulit untuk menghafalkan?.

Ia jawab bahwa hal ini adalah berkah doa ibu.

Saya juga sempat berkunjung di Turki dulu, ada Ulama yang mana apa yang menjadi pesan guru semuanya dipegang.

Sampai sekarang bisa mencetak hafidz quran di berbagai negara. Hal itu juga berkat ketaatan terhadap guru.

Muridnya juga demikian, di suruh membuat pesantren di Indonesia. Cuma modal taat terhadap guru ia berangkat ke Indonesia.

Tanpa bisa sama sekali Bahasa Indonesia. Tanpa tahu akan kemana tujuannya. Tanpa mengerti siapa orang-orang yang akan dituju.

Tapi ia tetap taat. Maka diluar akal. Pesantren yang dimaksud berhasil dibangun dan kini berkembang pesat.

4. Pesan Indah KH Taj Yasin Maimoen Zubair

Saya juga demikian, Mbah Maimoen seringkali memerintah sebuah hal yang diluar akal.

Tapi berkahnya perintah itu bisa dijalankan. Padahal kini kita hidup di jaman yang lebih mengandalkan akal ketimbang hati dan keyakinan.

Masih ada orang-orang yang memiliki keyakinan yang kuat.

Jadilah Ulama yang Minallah Ilallah, Mbah Kyai Maimoen ketika diminta pengajian ke Aceh tidak berfikir bagaimana kesana.

Ada saja saat itu rejeki yang pada akhirnya bisa menyampaikan beliau disana.

Belum lagi waktu itu beliau menjadi Anggota MPR sehingga beliau berusaha bagaimana memberi meski pada saat itu tidak punya uang.

Abuya Sayyid Muhammad al Maliki juga semacam itu seperti seringkali di ceritakan oleh murid-muridnya. Merupakan figur Ulama yang Minalloh Ilalloh.

5. Pesan Indah KH Taj Yasin Maimoen Zubair

Dr. Buty mobil tidak punya, rumahnya kecil. Padahal kitab-kitab beliau dicetak di percetakan Mayor. Ilmunya untuk umat.

Maka tidak perlu pelit dalam masalah apapun. Pada akhirnya Allah memudahkan jalannya. Dan di angkat derajatnya.

Mari kita lihat guru-guru kita. Jangan hanya ilmunya saja yang kita ambil tapi bagaimana syakhsiyahnya.

Baca juga: Pesan Mbah Muslim Imampuro Klaten kepada para santri dan kyai

Sekarang kita hidup pada zaman dimana banyak Santri yang hanya mengambil ilmunya saja, tidak melihat syakhsiyahnya.

Lihat Gus Najih betapa keikhlasan beliau amat tinggi. Betapa beliau sangat mementingkan murid. Memulyakannya.

Bagaimana beliau mengusahakan agar sampai rumah sebelum waktu taklim. Agar tidak sampai meliburkan ngaji. Mbah Maimoen juga demikian.

Di Turki juga demikian. Ada seorang Alim yang prinsipnya: “Kau pelajar sehingga kau lebih mulya dari saya.

Sebab sayap-sayap Malaikat meliputimu. Kau butuh apa agar supaya aku bisa menghormatimu.”

Sekarang kini kita hidup di jaman dimana guru ingin di hormati murid.

Tapi Alhamdulillah di Mesir masih banyak guru yang tidak segan untuk menghormati murid.

Dulu saya ngaji ke Syeikh Rojab, siapapun yang pernah ngaji sama beliau, pasih merasakan bahwa beliau adalah orang yang sakho’.

Seminggu sebelum ngaji biasanya ada pendataan siapa yang hendak ngaji.

Beliau yang menyediakan transportasinya. Setelah ngaji tidak langsung pulang tapi suruh makan dulu.

Kadang juga dikasih baju gamis. Waktu itu yang ikut ngaji 40 orang. Semua dikasih gamis.

Kain tinggal milih dan penjahitnya di suruh mengukur baju ke asrama.

Beberapa kali Syeikh Rojab bercerita. Kenapa aku begini, suatu saat aku sakit, di mimpi aku mengajar.

Pada akhirnya hal itu saya kerjakan dengan niat isytisyfa’, maka Alhamdulillah setelah mengajar saya sembuh.

Ini yang membuat saya terus berusaha menghormati murid.

Ambillah apa saja yang diajarkan oleh guru, bukan hanya huruf, tapi tingkah laku mereka juga harus kita ambil.

Kadang kita hanya melihat guru ngajar saja, tidak tahu bagaimana proses beliau mencari ilmu.

Maka kita perlu meneladani bagaimana beliau di masa-masa belajar dulu.

Akhirnya, Saya juga belum bisa seperti guru-guru. Tapi saya ingin di doakan oleh kalian semua yang ada disini.

Sahah Indonesia, 20 November 2017

Semoga bermanfaat untuk kita semua..
Hasil diskusi kajian fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa pembaca kunjungi di Benangmerahdasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.