Guru Sufi

Resep Kebahagiaan dari kisah Seorang Paruh baya dan Guru Sufi

KISAH HIKMAH KISAH INSPIRATIF Kisah Santri KISAH WALI ALLAH

Santridasi.com –  Sebuah kisah inspiratif untuk kita tentang Resep Kebahagiaan dari kisah Seorang Paruh baya dan Guru Sufi.

Seorang laki-laki separuh baya datang kepada seorang guru Sufi, mengadukan perihal kehidupan dirumahnya yang sempit,

keadaan bertambah hari kian menghimpit, maka gurusufi itu menuturkan:

“Duhai kisanak.. Jika engkau ingin dapatkan keluasan dalam kehidupan rumahmu, nanti pergilah kepasar,

belilah sepasang unggas jantan dan betina, lalu rawatlah dua unggas itu didalam rumahmu,

kemudian besok beritahu aku bagaimana perkembangan kehidupan rumahmu”.

Tanpa sedikitpun membantah lelaki tadi langsung menuju pasar membeli sepasang unggas, seperti anjuran guru sufi tadi, 2 unggas tersebut dipelihara didalam rumah.

Keesokan harinya laki-laki itu kembali menemui sang guru sufi dengan mengeluhkan keadaan yang semakin runyam

dengan kehadiran sepasang unggas didalam rumahnya, kembali sang guru sufi menuturkan:

“Baiklah.. Kalau begitu sekarang belilah sepasang kambing(jantan dan betina) lalu rawatlah didalam rumahmu bersamamu dan sepasang unggas yang dibeli kemaren,

lalu besok beritahu lagi aku perkembangan kehidupan rumahmu”,

tanpa sedikitpun membantah laki-laki itu lantas pergi kepasar membeli sepasang kambing dan menaruhnya didalam rumah seperti anjuran guru Sufi,

keesokan harinya ia kembali mengadukan keadaan rumahnya yang semakin memburuk dengan hadirnya dua ekor kambing didalam rumahnya,

masih mendingan kemaren masih dua ekor unggas, maka sang guru sufi kembali berkata:

“Baiklah.. Kalau begitu sekarang pergilah kepasar dan belilah sepasang sapi(jantan dan betina)lalu rawatlah kembali dalam rumahmu bersamamu,

unggasmu, dan kambingmu, dan besok beritahu aku perkembangan kehidupan rumahmu”.

Tanpa sedikitpun membantah laki-laki tersebut langsung pergi kepasar membeli sepasang sapi lalu menaruhnya kembali dalam rumah.

Keesokan harinya kembali datang melaporkan Dan mengadukan keadaan rumahnya yang tak lagi seperti rumah, tapi sudah bagaikan penjara dan kandang.

Maka dengan wajah yang arif sang guru sufi berkata “Kalau begitu sekarang juallah sepasang unggasmu, lalu besok beritahu aku perkembangan kehidupan rumahmu”,

Maka segeralah laki-laki itu menjual sepasang unggasnya,

lalu besoknya melaporkan kepada gurusufi tentang keadannya sudah semakin membaik dengan dujualnya sepasang unggas tadi.

Baca juga: Kisah Abu Nawas di Fitnah menjadi dukun dadakan

Kembali gurusufi itu menuturkan “Baiklah kalau demikian sekarang juallah sepasang kambingmu, dan besok kabari aku perkembangan rumahmu”,

maka dijuallah sepasang kambingnya, dan keesokan harinya melaporkan kehidupan rumanya semakin terasa lapang

dengan dijualnya sepasang kambing miliknya, kembali sang guru sufi itu bertutur:

“Baiklah.. Sekarang jual juga sepasang sapimu itu, lalu besok beritahu aku lagi bagaimana keadaan rumahmu!

” maka dg menurut saja dijuallah sapinya sehingga kini rumahnya sudah bersih dari binatang-binatang itu,

keesokan harinya kembali laki-laki itu datang melaporkan keadaan rumahnya sekarang terasa lapang dan luas.

Sambil tersenyum arif sang guru Sufi tadi bertutur:

“Duhai kisanak.. Apa yg membedakan ukuran rumahmu sebelum engkau merawat ternak-ternak itu didalam rumahnya dan sesudah engkau merawatnya?

Ukuran rumahmu tetap, tapi hatimu dan fikiranmu saja yang sempit.

Tetapi rasakanlah sekarang karena hati dan fikiranmu sudah lapang, maka terasa lapang dan luas pulalah rumahmu”

Semoga bermanfaat untuk kita semua..

Hasil diskusi kajian fiqih dan kitab kuning grup DASI bisa pembaca kunjungi di Benangmerahdasi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.